Sonkeigo Kenjougo Teineigo: Contoh di Tempat Kerja

Perbedaan Bahasa Jepang Sopan: Sonkeigo, Kenjougo, dan Teineigo dengan Contoh di Tempat Kerja

Pernahkah Anda merasa ragu saat berbicara dengan atasan di perusahaan Jepang? Kata-kata yang sama, tetapi konteks yang berbeda, bisa mengubah makna secara drastis.

Di sinilah letak tantangan terbesar bagi pekerja asing di Jepang—bukan hanya menguasai kosakata, tetapi memahami siapa yang harus dihormati dan bagaimana cara menghormatinya melalui bahasa.

Ketiga pilar sonkeigo, kenjougo, dan teineigo adalah fondasi komunikasi profesional di negeri sakura. Sebuah panduan dari Japan Life Start menekankan bahwa penguasaan bahasa sopan menjadi faktor penentu keberhasilan adaptasi pekerja asing di lingkungan kerja Jepang. Tanpa pemahaman yang tepat tentang ketiga jenis keigo ini, komunikasi di tempat kerja bisa berubah menjadi medan ranjau yang penuh kesalahpahaman.

Penelitian tentang kemampuan berbahasa Jepang mahasiswa menunjukkan bahwa penguasaan keigo masih menjadi titik lemah bagi banyak pembelajar. Padahal, di dunia kerja profesional—mulai dari rapat dengan klien hingga komunikasi internal dengan atasan—pemahaman tentang sonkeigo, kenjougo, dan teineigo bukan sekadar nilai tambah, melainkan keharusan.

Mengapa tema ini penting untuk diangkat? Karena setiap tahun, ribuan pekerja Indonesia datang ke Jepang melalui program magang maupun Tokutei Ginou. Mereka datang dengan bekal bahasa Jepang yang cukup untuk bertahan hidup, tetapi seringkali gagal dalam hal yang paling krusial: menunjukkan rasa hormat yang tepat kepada atasan dan kolega. Akibatnya, hubungan kerja menjadi canggung, peluang promosi terlewat, dan dalam kasus terburuk, kontrak kerja tidak diperpanjang. Dengan memahami perbedaan sonkeigo, kenjougo, dan teineigo, pekerja Indonesia tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga berkembang di lingkungan kerja Jepang.

"Makin dalam kamu memahami sonkeigo, kenjougo, dan teineigo, makin lancar kamu menjalin hubungan profesional di Jepang. Bukan sekadar tata bahasa—itu adalah kunci untuk dihormati dan dihargai."

1. Mengenal Tiga Pilar Keigo: Sonkeigo, Kenjougo, dan Teineigo

Sebelum masuk ke contoh di tempat kerja, mari kita pahami dulu apa itu keigo dan mengapa ia terbagi menjadi tiga jenis. Dalam bahasa Jepang, keigo (敬語) adalah sistem bahasa hormat yang digunakan untuk menunjukkan rasa hormat kepada lawan bicara[reference:0]. Keigo digunakan dalam berbagai situasi: di tempat kerja, di toko, saat bertemu orang tua pasangan, atau dalam situasi apa pun di mana hierarki sosial penting[reference:1].

Ketiga jenis keigo adalah[reference:2][reference:3]:

  • Sonkeigo (尊敬語) — bahasa hormat yang digunakan untuk meninggikan tindakan orang lain, terutama atasan, klien, atau guru[reference:4].
  • Kenjougo (謙譲語) — bahasa merendah yang digunakan untuk merendahkan tindakan diri sendiri atau kelompok sendiri, sehingga secara tidak langsung meninggikan lawan bicara[reference:5].
  • Teineigo (丁寧語) — bahasa sopan sehari-hari yang menggunakan akhiran "desu" dan "masu" untuk membuat ucapan menjadi sopan[reference:6].

Kunci membedakan ketiganya terletak pada "siapa yang melakukan tindakan"[reference:7]. Jika tindakan dilakukan oleh orang yang lebih tinggi statusnya, gunakan sonkeigo. Jika tindakan dilakukan oleh diri sendiri untuk orang yang lebih tinggi, gunakan kenjougo. Jika hanya ingin bersikap sopan secara umum, gunakan teineigo.

2. Sonkeigo (尊敬語): Menghormati dengan Meninggikan Orang Lain

Sonkeigo adalah bentuk bahasa yang digunakan ketika Anda berbicara tentang tindakan yang dilakukan oleh atasan, klien, atau seseorang yang Anda hormati[reference:8]. Tujuannya adalah untuk meninggikan status orang tersebut melalui bahasa[reference:9].

Bagaimana Sonkeigo Dibentuk?

Ada beberapa pola pembentukan sonkeigo[reference:10]:

  • Pola お〜になる — misalnya, "yomu" (membaca) menjadi "oyomi ni naru" (お読みになる)
  • Kata kerja khusus — beberapa kata kerja memiliki bentuk sonkeigo yang harus dihafal, seperti "iku" (pergi) menjadi "irassharu" (いらっしゃる)
  • Pola 〜られる — bentuk pasif yang juga berfungsi sebagai hormat

Tabel Sonkeigo yang Sering Digunakan di Tempat Kerja

Kata Dasar Sonkeigo Arti
言う (iu) おっしゃる (ossharu) mengatakan (hormat)
行く (iku) いらっしゃる (irassharu) pergi (hormat)
来る (kuru) いらっしゃる (irassharu) datang (hormat)
する (suru) なさる (nasaru) melakukan (hormat)
食べる (taberu) 召し上がる (meshiagaru) makan (hormat)
見る (miru) ご覧になる (goran ni naru) melihat (hormat)

Sumber: Business-mail.jp[reference:11]

Contoh Penggunaan Sonkeigo di Tempat Kerja

Bayangkan atasan Anda mengatakan akan datang ke rapat besok. Anda tidak akan mengatakan "Buchou wa kimasu" (部長は来ます). Sebaliknya, Anda menggunakan sonkeigo: "Buchou wa irasshaimasu" (部長はいらっしゃいます)[reference:12].

Ketika klien Anda makan siang, Anda tidak mengatakan "Okyakusama ga tabemasu" (お客様が食べます). Anda mengatakan "Okyakusama ga meshiagatte imasu" (お客様が召し上がっています)[reference:13].

Inti dari sonkeigo adalah: ketika berbicara tentang tindakan orang yang lebih tinggi statusnya, gunakan bentuk hormat untuk menunjukkan penghargaan[reference:14].

3. Kenjougo (謙譲語): Merendah untuk Menghormati

Berbeda dengan sonkeigo yang meninggikan orang lain, kenjougo adalah bahasa yang digunakan untuk merendahkan diri sendiri atau kelompok sendiri[reference:15]. Dengan merendahkan diri, secara tidak langsung Anda meninggikan lawan bicara[reference:16].

Kenjougo digunakan ketika Anda berbicara tentang tindakan Anda sendiri yang ditujukan kepada orang yang lebih tinggi statusnya. Misalnya, ketika Anda berbicara dengan atasan tentang apa yang akan Anda lakukan untuk mereka[reference:17].

Tabel Kenjougo yang Sering Digunakan di Tempat Kerja

Kata Dasar Kenjougo Arti
言う (iu) 申す (mousu) / 申し上げる (moushiageru) mengatakan (merendah)
行く (iku) 参る (mairu) / うかがう (ukagau) pergi (merendah)
来る (kuru) 参る (mairu) datang (merendah)
する (suru) いたす (itasu) melakukan (merendah)
食べる (taberu) いただく (itadaku) makan (merendah)
見る (miru) 拝見する (haiken suru) melihat (merendah)
聞く (kiku) うかがう (ukagau) bertanya / mendengar (merendah)

Sumber: Business-mail.jp[reference:18]

Contoh Penggunaan Kenjougo di Tempat Kerja

Ketika Anda memberi tahu atasan bahwa Anda akan pergi ke kantor klien, Anda tidak mengatakan "Watashi wa ikimasu" (私は行きます). Anda menggunakan kenjougo: "Watashi wa mairimasu" (私は参ります).

Ketika Anda ingin mengatakan bahwa Anda akan menyampaikan sesuatu kepada atasan, Anda tidak mengatakan "Watashi wa iimasu" (私は言います). Anda menggunakan kenjougo: "Watashi wa moushiagemasu" (私は申し上げます).

Bagi ekspatriat Jepang yang bekerja di Indonesia sekalipun, tantangan serupa terjadi dalam arah sebaliknya. Karena itu, training bahasa Indonesia untuk ekspatriat Jepang menjadi sangat relevan—karena pemahaman tentang hierarki bahasa adalah kunci adaptasi di kedua arah.

4. Teineigo (丁寧語): Dasar Kesopanan Sehari-hari

Teineigo adalah bentuk bahasa sopan yang paling dasar dan paling sering digunakan[reference:19]. Berbeda dengan sonkeigo dan kenjougo yang bergantung pada siapa yang melakukan tindakan, teineigo digunakan secara konsisten untuk membuat seluruh kalimat menjadi sopan, terlepas dari siapa lawan bicaranya[reference:20].

Ciri khas teineigo adalah penggunaan akhiran "desu" dan "masu"[reference:21]. Jika Anda ragu tentang keigo mana yang harus digunakan, teineigo adalah pilihan teraman[reference:22].

Contoh Teineigo di Tempat Kerja

  • "Kore wa hon desu" (これは本です) — Ini adalah buku.
  • "Watashi wa asa 8-ji ni kaisha ni ikimasu" (私は朝8時に会社に行きます) — Saya pergi ke kantor jam 8 pagi.
  • "Sumimasen, chotto matte kudasai" (すみません、ちょっと待ってください) — Maaf, tunggu sebentar.

Teineigo adalah fondasi yang harus dikuasai sebelum mempelajari sonkeigo dan kenjougo. Tanpa pemahaman yang kuat tentang teineigo, sulit untuk beralih ke bentuk hormat yang lebih kompleks[reference:23].

Di sinilah peran penerjemah Jepang Indonesia sangat vital—untuk memastikan bahwa nuansa kesopanan dalam dokumen dan komunikasi bisnis tersampaikan dengan tepat. Satu kesalahan dalam memilih tingkat keigo bisa mengubah makna dan merusak hubungan profesional.

5. Membandingkan Ketiganya: Kapan Menggunakan Apa?

Untuk memahami perbedaan sonkeigo, kenjougo, dan teineigo dengan lebih jelas, mari kita lihat perbandingan langsung menggunakan kata kerja yang sama.

Tabel Perbandingan Langsung

Kata Dasar Teineigo Sonkeigo Kenjougo
言う (iu) 言います (iimasu) おっしゃる (ossharu) 申す (mousu)
行く (iku) 行きます (ikimasu) いらっしゃる (irassharu) 参る (mairu)
する (suru) します (shimasu) なさる (nasaru) いたす (itasu)
見る (miru) 見ます (mimasu) ご覧になる (goran ni naru) 拝見する (haiken suru)

Panduan Praktis Penggunaan

Kunci membedakan ketiganya terletak pada "siapa subjeknya"[reference:24][reference:25]:

  • Sonkeigo → digunakan ketika orang lain (atasan, klien, tamu) melakukan tindakan
  • Kenjougo → digunakan ketika Anda sendiri melakukan tindakan untuk orang yang lebih tinggi
  • Teineigo → digunakan untuk membuat kalimat sopan secara umum, terlepas dari siapa subjeknya

Mengikuti kursus bahasa Jepang yang terstruktur akan membantu Anda membedakan ketiga jenis keigo ini dengan lebih mudah melalui latihan dan simulasi percakapan nyata.

6. Kesalahan Umum dalam Penggunaan Keigo di Tempat Kerja

Bahkan penutur asli Jepang pun sering melakukan kesalahan dalam menggunakan keigo[reference:26][reference:27]. Berikut beberapa kesalahan yang paling sering terjadi di tempat kerja.

Menggunakan Sonkeigo untuk Diri Sendiri

Kesalahan klasik: menggunakan sonkeigo untuk tindakan sendiri. Ingat, sonkeigo hanya untuk tindakan orang lain. Untuk tindakan sendiri, gunakan kenjougo.

Salah: "Watashi wa irasshaimasu" (saya pergi—menggunakan sonkeigo)
Benar: "Watashi wa mairimasu" (saya pergi—menggunakan kenjougo)

Menggunakan Kenjougo untuk Orang Lain

Sebaliknya, menggunakan kenjougo untuk tindakan atasan adalah tindakan yang tidak sopan.

Salah: "Shachou wa mairimasu" (direktur pergi—menggunakan kenjougo)
Benar: "Shachou wa irasshaimasu" (direktur pergi—menggunakan sonkeigo)

Mengabaikan Teineigo dalam Situasi Formal

Bahkan jika Anda sudah mahir menggunakan sonkeigo dan kenjougo, jangan lupakan teineigo. Dalam situasi formal, semua kalimat harus dalam bentuk teineigo.

7. Mitos dan Fakta tentang Keigo di Tempat Kerja

Beberapa mitos tentang keigo sering beredar di kalangan pekerja asing. Mari kita luruskan.

Mitos: Keigo Hanya untuk Orang Jepang

Fakta: Keigo adalah bagian dari bahasa Jepang yang harus dikuasai oleh siapa pun yang bekerja di lingkungan profesional Jepang. Perusahaan Jepang menghargai upaya pekerja asing untuk menggunakan keigo dengan benar[reference:28].

Mitos: Semakin Banyak Keigo, Semakin Baik

Fakta: Penggunaan keigo yang berlebihan justru bisa terasa kaku dan tidak natural. Gunakan keigo sesuai konteks dan tingkat hubungan Anda dengan lawan bicara.

Mitos: Keigo Hanya untuk Atasan

Fakta: Keigo juga digunakan untuk klien, pelanggan, tamu, dan siapa pun yang statusnya lebih tinggi dalam konteks sosial tertentu[reference:29][reference:30]. Program Tokutei Ginou SSW pun semakin banyak yang memasukkan pelatihan keigo ke dalam kurikulum mereka karena pentingnya keterampilan ini di tempat kerja.

FAQ: Pertanyaan Paling Sering Diajukan tentang Keigo

Apa perbedaan utama antara sonkeigo dan kenjougo?

Sonkeigo digunakan untuk meninggikan tindakan orang lain, sedangkan kenjougo digunakan untuk merendahkan tindakan diri sendiri[reference:31].

Kapan saya harus beralih dari teineigo ke sonkeigo/kenjougo?

Gunakan teineigo sebagai dasar. Beralihlah ke sonkeigo ketika berbicara tentang tindakan atasan atau klien. Beralihlah ke kenjougo ketika berbicara tentang tindakan Anda untuk atasan atau klien[reference:32].

Apakah kesalahan dalam keigo dianggap sangat ofensif?

Yang terpenting adalah niat Anda untuk menggunakan keigo. Orang Jepang umumnya memahami bahwa pembelajar bahasa asing mungkin membuat kesalahan[reference:33]. Namun, semakin sering Anda berlatih, semakin baik.

Bagaimana cara terbaik belajar keigo?

Mulailah dengan teineigo, lalu pelajari sonkeigo dan kenjougo melalui contoh praktis dan role-play. Gunakan skenario dunia nyata seperti panggilan bisnis, email, dan rapat untuk berlatih[reference:34].

Mengakhiri Artikel: Keigo adalah Cerminan Diri di Tempat Kerja

Demikianlah pembahasan tentang perbedaan sonkeigo, kenjougo, dan teineigo dengan contoh di tempat kerja. Memahami ketiga jenis keigo ini bukan hanya tentang tata bahasa—itu adalah tentang memahami budaya dan hierarki sosial yang menjadi fondasi masyarakat Jepang.

Ketika Anda mampu menggunakan sonkeigo dengan tepat untuk menghormati atasan, menggunakan kenjougo dengan benar untuk merendahkan diri, dan menggunakan teineigo sebagai dasar kesopanan sehari-hari, Anda tidak hanya berbicara bahasa Jepang—Anda berbicara dengan cara yang dihormati oleh orang Jepang.

Seperti yang dikatakan oleh Kazuo Inamori, pendiri Kyocera: "Kesuksesan dalam bisnis dimulai dari menghormati orang lain. Tanpa rasa hormat, tidak ada hubungan yang bertahan lama." Filosofi ini sangat relevan dengan penggunaan keigo—bahasa adalah alat untuk membangun rasa hormat, dan rasa hormat adalah fondasi dari setiap hubungan profesional yang sukses di Jepang.

Sebagai penutup, kami ingin menyampaikan bahwa website ini dikelola oleh PT Tensai Internasional Indonesia, perusahaan jasa penerjemah, kursus bahasa, dan hubungan industri Jepang–Indonesia yang terdaftar resmi di Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum Republik Indonesia (AHU). Di Karawang bagian manapun Anda berada, tim kami akan dengan senang hati mengunjungi dan berdiskusi mengenai kebutuhan Anda—baik itu untuk kursus bahasa, penerjemahan dokumen, atau konsultasi seputar persiapan bekerja di Jepang. Hubungi kami, dan mari kita bangun komunikasi profesional yang penuh hormat dan percaya diri.

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Search Here..

Info terbaru!