Training Bahasa Jepang In-House untuk Perusahaan

Corporate language training
Training Bahasa Jepang In-House untuk Perusahaan
Program pelatihan untuk membantu karyawan menggunakan bahasa Jepang sesuai kebutuhan komunikasi, tugas, dan lingkungan kerja perusahaan.
Untuk kebutuhan kerja nyata
Bukan sekadar memindahkan kelas umum ke ruang perusahaan
Program in-house perlu dimulai dari kebutuhan komunikasi peserta: dengan siapa mereka berbicara, tugas apa yang dijalankan, istilah apa yang digunakan, dan perubahan kemampuan apa yang diharapkan perusahaan.
Level, durasi, metode, jadwal, bentuk evaluasi, serta laporan ditetapkan setelah konsultasi dan dicantumkan dalam proposal.
Karyawan baru
Fondasi bahasa dan komunikasi dasar untuk mulai bekerja dengan tim Jepang.
Operator & teknisi
Kosakata, instruksi, keselamatan, dan komunikasi praktis di area kerja.
Supervisor & manajer
Rapat, pelaporan, koordinasi, dan komunikasi lintas budaya.
HR, GA & support
Komunikasi administratif serta dukungan bagi ekspatriat dan manajemen.
Pilihan fokus materi
Program disusun dari tujuan perusahaan
Topik berikut merupakan contoh. Silabus akhir ditentukan berdasarkan assessment awal, profil peserta, bidang kerja, dan target program.
Dasar bahasa Jepang kerja
Fondasi komunikasi untuk peserta yang baru mulai belajar.
- Salam dan perkenalan
- Angka, waktu, jadwal
- Instruksi dan respons dasar
Komunikasi operasional
Bahasa praktis untuk koordinasi di lingkungan kerja.
- Konfirmasi dan permintaan
- Pelaporan kondisi
- Kosakata bidang perusahaan
Budaya kerja Jepang
Konteks komunikasi agar peserta tidak hanya menghafal kalimat.
- Etika dan tata krama
- Hourensou
- Komunikasi lintas budaya
Rapat & presentasi
Latihan bahasa untuk kebutuhan koordinasi dan penyampaian informasi.
- Menyampaikan pendapat
- Menjelaskan progres
- Tanya jawab dan klarifikasi
Persiapan penugasan
Pembekalan peserta yang akan berinteraksi lebih intensif dengan Jepang.
- Situasi kantor dan perjalanan
- Komunikasi sehari-hari
- Adaptasi budaya
Program khusus
Materi spesifik dapat dibahas bersama perusahaan.
- Glosarium internal
- Simulasi kasus kerja
- Target ujian bila relevan
Alur kerja sama
Dari analisis kebutuhan hingga evaluasi
Setiap tahap membantu perusahaan dan tim pengajar memiliki ekspektasi yang sama sebelum program berjalan.
Konsultasi
Tujuan, peserta, konteks kerja, dan kendala jadwal.
Assessment
Level awal dan kebutuhan peserta dipetakan bila diperlukan.
Proposal
Materi, format, jadwal, biaya, dan evaluasi disepakati.
Pelaksanaan
Training berjalan sesuai ruang lingkup program.
Evaluasi
Hasil dan rekomendasi dilaporkan bila termasuk proposal.
Dokumentasi autentik
Kegiatan belajar dan pelatihan Tensai
Seluruh gambar berikut berasal dari dokumentasi asli kegiatan Tensai, bukan foto stok.



Materi perlu dekat dengan konteks peserta
Program yang efektif menggunakan contoh situasi, istilah, serta bentuk komunikasi yang dikenal peserta. Perusahaan dapat menyediakan referensi internal selama materi tersebut aman dan diizinkan untuk digunakan.
Format pelaksanaan
Pilih model yang memungkinkan peserta konsisten
Ketersediaan trainer, lokasi, jadwal, perangkat, dan jumlah peserta perlu dikonfirmasi sebelum proposal final.
Onsite perusahaan
Pelatihan dilakukan di lokasi perusahaan sesuai fasilitas dan jadwal yang disepakati.
Online langsung
Sesi daring untuk perusahaan yang memerlukan fleksibilitas lokasi peserta.
Hybrid atau intensif
Kombinasi format atau jadwal khusus dapat dibahas berdasarkan kebutuhan program.
Pertanyaan HR & perusahaan
Informasi awal program in-house
Jawaban akhir mengikuti konsultasi dan proposal, karena kebutuhan setiap perusahaan berbeda.
Apakah materi dapat disesuaikan dengan bidang perusahaan?
Ya, kebutuhan istilah dan situasi kerja dapat dimasukkan setelah ditinjau. Perusahaan sebaiknya menyediakan referensi, contoh komunikasi, atau glosarium yang aman untuk digunakan.
Apakah tersedia kelas untuk karyawan shift?
Jadwal dapat didiskusikan berdasarkan pola shift, jumlah kelompok, target jam belajar, dan ketersediaan pengajar. Jadwal berlaku setelah disepakati dalam proposal.
Apakah peserta harus memiliki level yang sama?
Sebaiknya kemampuan awal dipetakan agar kelompok tidak terlalu timpang. Assessment dan pembagian kelas dapat dimasukkan ke ruang lingkup program.
Apakah tersedia evaluasi dan laporan perusahaan?
Dapat disediakan bila dicantumkan dalam proposal. Bentuknya dapat berupa kehadiran, hasil evaluasi, catatan perkembangan, atau rekomendasi lanjutan.
Apakah training selalu dilakukan onsite?
Tidak selalu. Onsite, daring, atau hybrid dapat dibahas berdasarkan lokasi, fasilitas, jadwal, serta ketersediaan tim pengajar.
Bagaimana memperoleh estimasi biaya?
Sampaikan jumlah peserta, level awal, target, lokasi, format, jadwal, dan perkiraan total jam. Tim Tensai akan meninjau kebutuhan sebelum memberikan proposal.
Diskusikan kebutuhan training perusahaan
Kirim jumlah peserta, tujuan, lokasi, dan rencana jadwal agar tim Tensai dapat menyiapkan arahan awal.